Tuesday, August 24, 2010

Rindu Bertemu

Ya ALLAH...

Rindunya aku padanya..

Antara dua belas yang kukenal..

Dia yang paling istimewa..

Sungguh istimewa..

Tidak kunafikan..

Namun,layakkah aku menyatakan rindu padanya?..

Adakah dia rindu untuk menemuiku?..

Rindukah dia kepadaku?..


Aku selalu mensia-siakan kehadirannya..

Tidak kuhiraukan sungguh-sungguh..

Apa yang ada padanya,aku pandang sebelah mata..

Terkadang hatiku tidak tulus..


Sedangkan dia Kau kurniakan..

Dia yang Engkau tentukan..

Yang mentarbiyah aku..

Mendekatkan diriku padaMu Ya ALLAH..

Mendidikku menjauhi segalanya yang Kau murka..

Membersihkan hatiku dari noda yang silam..

Tapi aku susah benar untuk menyedari semua itu..

Berdosanya aku..


ALLAH Ya Rahim...

Ampunilah aku..

Berikanlah aku peluang kali ini..

Untukku membetulkan apa yang aku silap..

Menampal mana yang terkoyak..

Aku rindukan dia Ya ALLAH..


Sebelum mataku rapat terpejam..

Izinkan aku bertemu dengannya..


Ramadhan...


NIKAH??? Renungkan



Pernikahan akan menyingkap tabir rahsia bahawa isteri yang kau nikahi tidak seindah yang diimpikan.

Isterimu bukanlah..semulia Khatijah, setaqwa Aisyah, setabah Fatimah, secantik Zulaikha. Justeru isterimu adalah isteri akhir zaman, yang InsyaAllah akan melahirkan anak soleh dari rahimnya.

Pernikahan mengajarkan kita berkewajipan yang sama;

Isteri menjadi tanah, dan Suami menjadi penaungnya.

Suami menjadi sebuah pondok, dan Isteri menjadi penghuninya.


Saat Isteri menjadi madu, kamu teguk kesegarannya.

Di kala Suami menjadi raja, kau nikmati anggur singgahsananya.

Ketika Isteri menjadi racun, Suami menjadi penawar bisanya.

Pabila Suami menjadi bisa, Isteri bisa jadi penawarnya.

Pernikahan akan menginsafkan kita akan perlunya Iman dan Taqwa kerana memiliki suami tidak se-arif Abu Bakar, seberani Umar Bin Khattab, se-kaya Ustman Bin Affan dan segagah Ali Bin Ab Tholib.

Suami mu adalah..suami akhir zaman yang InsyaAllah, Membimbingmu menempuh jalan yang diredhai Allah.

Namun senantiasalah berikhtiar semoga menjadi suami/isteri yang soleh dan solehah, agar keluargamu akan menjadi keluarga Sakinah, Mawadah, Warrohmah.

Sunday, August 22, 2010

Menuju bahtera pernikahan



Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dankecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yangdituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karenasilau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, makatidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahiseorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaankepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akanmemberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagusnasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yangmenikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karenaingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah danmenambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin sajakecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta/ tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas.Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budakwanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR.Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab(akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya)(Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ¡§Sesungguhnyaperempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dankecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim danTirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terusmenyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan.Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakanwalimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedangwalimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin)kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuhkerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalahyang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengansanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telahbersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhanabelanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Janganmempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di duniadan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi walipernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " AbuThalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"(Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhanadan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat,memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkanmempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaansekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yangdimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dancaranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasukdidalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan(bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannyadalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ;misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidakberlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakatbiasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidakdicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidakdisandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu lakawa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allahmembarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidakbersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Danjanganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yangpertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan padaAllah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya.Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan,pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya,yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka salingmencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai danmerindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan duainsan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedangmeniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yangdimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH,PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITASPULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yangdihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas,karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs.Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dansesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94): 5- 6 )
(RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF)

Monday, August 9, 2010

Ketika Allah Memilihmu Untukku..




Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..


Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..


Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..


Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..


Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..


Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..


Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..




Dari Ummu Salamah, ia berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : "Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya, maka ia akan masuk surga." (HR. Ahmad dan Thabrani)


Sunday, August 8, 2010

10 Sifat Calon Suami Yang Baik





























10 Sifat Calon Suami Yang Baik

Jika anda seorang wanita, carilah lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut.
Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut.

1. Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama sewaktu bersukan.

2. Akhlaknya baik, iaitu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.

3. Tegas mempertahankan maruahnya. Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang boleh menjatuhkan kredibilitinya.

4. Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.

5. Tidak boros, tetapi tidak kedekut. Tahu membelanjakan wang dengan bijaksana.

6. Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.

7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.

8. Mempunyai rakan pergaulan yang baik. Rakan pergaulan seseorang itu biasanya sama.

9. Bertanggungjawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu bapanya.

10. Wajah yang tenang, tidak kira semasa bercakap atau membuat kerja atau masa kecemasan.






Friday, August 6, 2010

Sekeping Hati Bergelar Isteri


Jika isteri menangis dihadapanmu….
“hargai lah ia sblm terlewat…”
Jika seorang isteri menangis dihadapanmu,
itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi…
Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu..
Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu, selamanya!
Seorang isteri tidak akan menangis dengan mudah, kecuali didepan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!

Seorang isteri tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu.
Dia akan menurunkan rasa EGOnya.
Wahai suami2, jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian.
Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu disaat kau terpuruk terlalu dalam …
Wahai suami2, jika seorang isteri menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya. Mungkin, karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis karenamu. Lihatlah jauh kedalam matanya. Dapatkah kau lihat dan kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu ?
Apakah keistimewaan perempuan ini ? ”
Dibalik KELEMBUTANYA dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat..
TUTUR katanya merupakan KEBENARAN..
SENYUMAN’nya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya. .
PELUKAN & CIUMAN’nya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak2nya..
Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa..
Dia TERHARU Dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pd org2 yg dikasihinya. ..
Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN’nya. .
Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN..
Dia begitu sedih melihat KEMATIAN..
TITISAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN.
Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI krn 1 hal…
Bahawa “Betapa BERHARGAnya dia”…



Tuesday, August 3, 2010

Wanita itu Rumput Semalu



Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua di bawah sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu, kakinya berdarah lalu mengadu kesakitan.

Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya pohon semalu itu berada di situ dengan nada yang sedikit marah. Rasulullah dengan tenang berkata kepada puteri kesayangannya itu bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat dengan wanita. Fatimah terkejut. Rasulullah menyambung kata-katanya lagi. Para wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada pohon semalu ini dari 4 aspek.

Pertama, pohon semalu akan kuncup apabila disentuh. Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu (pada tempatnya).

Kedua, semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya. Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan maruah sebagai seorang wanita muslim.

Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.

Dan akhir sekali, semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu apabila waktu semakin senja.

Ambillah pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon tumbuhan yang kecil.




CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH


semoga kite semua tergolong di kalangan wanita yang solehah..
bersama-sama untuk meningkatkan amal ibadah dan moga kite terus istiqomah dalam ape jua kebaikan yang kite lakukan...


MISI JIHAT CINTA






~~sambungan....~~

Di khemah persiapan, Kota Toledo.

Malam itu mereka tekun. Hati dan jiwa betul-betul diserahkan kepada Allah. Setiap saat dipenuhi dengan solat-solat sunat, berzikir dan alunan bacaan Al-Quran.

Di atas sejadah itu, Uwais memegang tangannya. Erat dan kemas. Tampak air matanya mengalir.

Safiyyah juga menangis hiba. Tiada kata yang mampu diungkap. Bukan airmata sedih yang sedang mengalir. Tetapi armata bahagia, bahagia kerana bakal menemui Rabbnya.

“Nur Safiyyah.. Terima kasih kerana menjadi isteri abang selama ini. Safiyyah isteri solehah abang. Selama setahun kita kahwin, tak pernah sekali pun Safiyyah sakiti hati abang. Safiyyah gigih berusaha menjadi yang terbaik.”

Esakan isterinya semakin kuat. Hatinya pedih dalam gembira.

“Safiyyah, Allah temukan kita dalam lapangan perjuangan. Dan kita berjanji akan hidup dalam lapangan ini selamanya. Matlamat kita jelas, hidup mulia atau mati syahid. Sekarang di hadapan kita peluang, Safiyyah kena serahkan pergantungan bulat-bulat pada Allah. Bila kita sama-sama jalankan misi itu nanti, Safiyyah kena ingat Allah banyak-banyak. Jangan fikir pasal abang lagi, tinggalkan dunia. Ingat syahid.”

“Abang sayang Safiyyah kerana Allah. Abang minta maaf sebab tak dapat nak beri Safiyyah apa-apa ganjaran selama Safiyyah berkorban jadi isteri abang..”

“Abang, Safiyyah tak minta apa-apa pun.”

“Kita jumpa di syurga ya.. InsyaAllah..”

Dahi isterinya dikucup lembut.

“Abang ada satu permintaan.”

“Apa dia bang?”

“Baju tu. Nanti Safiyyah kena pakaikan untuk abang.”

“Ya,InsyaAllah. Abang pun ya.”

“Ya,InsyaAllah.”

Safiyyah bangun menuju ke hujung khemah, dia mengambil 2 pasang baju putih yang tergantung di atas tali. Tertulis perkataan “Peserta Misi Jihad Cinta” di belakang baju putih milik suaminya. Di bahagian hadapan sebelah kiri, tercatat nama Uwais Al-Qarni dan di sebelah kiri terdapat bendera kecil tertulis kalimah agung Lailahaillallah Muhammadurrasulullah. Juga pada bajunya.

“Assalamualaikum.. Akh Uwais..”

Terdengar suara memberi salam. Safiyyah merenung lembut wajah suaminya.

“Waalaikumsalam.”

Uwais membuka pintu khemah.

“Akh, sekarang sudah tiba masa kalian. Seruan jihad sudah dipalu.”

“Baiklah. Terima kasih.”

Uwais menutup kembali pintu itu. Dia pusing menghadap isterinya.

“Sayang, dah tiba masanya.”

“Ya.”

Lantas baju jihad disarungkan ke tubuh. Usai keduanya bersiap, Uwais memandang isterinya.

“Kita jumpa di syurga ya.”

“InsyaAllah bang. Sekejap lagi kita bertemu semula.”

****

Boomm..
Boommmm..
Boommmmm..

Dentuman demi dentuman terdengar. Mereka tekun melaksanakan misi jihad.

Bumm!

Di sebuah tempat, terdampar beberapa tubuh. Bajunya berlumuran darah. Ada peluru tertimbus di dada dan di sekitar tubuh mereka. Harum darah syuhada’, rautnya tersenyum megah. Antaranya adalah pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Kini dia sudah mengotakan janjinya.

Bummm!

Dan, di sebuah tempat. Darah mengalir laju. Wanita berjilbab itu ditembak di belakang badannya. Peluru tertimbus dalam. Nur Safiyyah tersenyum.

Roh para syuhada’ itu berterbangan di langit.

Uwais dan Safiyyah sudah mengotakan janji.

Mereka bertemu di syurga.


urah At-Taubah :

(52) Katakanlah: (Sebenarnya) tidak ada yang kamu tunggu-tunggu untuk kami melainkan salah satu dari dua perkara yang sebaik-baiknya (iaitu kemenangan atau mati syahid) dan kami menunggu-nunggu pula untuk kamu bahawa Allah akan menimpakan kamu dengan azab dari sisiNya atau dengan perantaraan tangan kami. Oleh itu tunggulah, sesungguhnya kami juga menunggu bersama-sama kamu.

(71) Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

(72) Allah menjanjikan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, (akan beroleh) Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka kekal di dalamnya dan beroleh tempat-tempat yang baik di dalam Syurga Adn serta keredaan dari Allah yang lebih besar kemuliaannya; (balasan) yang demikian itulah kejayaan yang besar.

(111) Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual belinya itu dan (ketahuilah bahawa) jual beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar.

Surah Al-Ahzab :

(22) Dan pada masa orang-orang yang beriman melihat tentera Al-Ahzaab, berkatalah mereka: Inilah yang telah dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kami dan benarlah (apa yang telah dijanjikan) Allah dan RasulNya dan (angkatan tentera musuh yang mereka lihat) itu tidak memberi sebarang kesan kepada mereka selain daripada menambahkan iman dan penyerahan diri mereka bulat-bulat kepada Allah.

(23) Di antara orang-orang yang beriman itu, ada yang bersikap benar menunaikan apa yang telah dijanjikannya kepada Allah (untuk berjuang membela Islam); maka di antara mereka ada yang telah selesai menjalankan janjinya itu (lalu gugur syahid), dan di antaranya ada yang menunggu giliran dan mereka pula tidak mengubah (apa yang mereka janjikan itu) sedikitpun.

Monday, August 2, 2010

MISI JIHAT CINTA

Nama Mujahid : Uwais Al-Qarni bin AmmarNama
Mujahidah : Nur Safiyyah binti Tariq Ziyad

“Sayang, kita dah sampai.” Safiyyah menggosok mata yang masih kantuk. Tudung labuhnya yang agak senget dibetulkan suaminya.
“Tapi safiyyah kena janji dengan abang, walau apapun yang jadi lepas ni Safiyyah mesti redha.” Safiyyah mengerutkan dahi, pelik dengan kata-kata suaminya.“Abang ni, dari tadi Safiyyah tanya kita nak kemana. Tapi abang tak jawab pun.”“Kan abang nak bagi Safiyyah hadiah ulangtahun perkahwinan kita.”“Tapi cara abang cakap tadi macam pelik je.”“Nak kahwin lagi ya?”
Suaminya tergelak kecil. Lucu dengan pertanyaannya.
“Kalau betul kenapa?”“Safiyyah tak kisah tau. Nanti Safiyyah dapat payung emas di syurga.”
Suaminya tersenyum. Isteri yang solehah. Moga dia menjadi bidadariku di syurga.
“Abang ni kenapa senyum-senyum ni?”“Dah la. Lagi cepat kita masuk ke dalam lagi cepat Safiyyah dapat hadiah dari abang.”“Okey..”
Dia membuka pintu kereta. Kereta hitam berkilat kepunyaan suaminya diparkir di tempat yang disediakan.
Di hadapannya tersergam sebuah bangunan canggih. Pintunya diperbuat daripada kaca yang dihiasi kalimah ‘Lailahaillallah… Muhamadurrasulullah..’.
Suaminya menggenggam erat tangannya, bagai tidak mahu dilepaskan.
****
Uwais memasukkan kad pintar kedalam ruang di tiang itu. Dengan pantas, lantai yang dipijak bergerak ke atas menuju ke tingkat 8. Usai sampai, dia menarik kembali kad pintarnya.
“Jom masuk sayang.”
Sekali lagi, dia memasukkan kad pintarnya ke dalam mesin pintu pejabat di hadapannya. Lantas terpapar namanya di atas skrin mesin itu. Beberapa minit kemudian, tertera perkataan ‘masuk’.
Dia memimpin tangan isterinya. Dengan yakin, dia memulas besi ringan yang terlekat di pintu pejabat itu.
Kelihatan seorang lelaki di dalam pejabat itu. Senyumannya mengisi ruang wajahnya. Seakan terpancar nur keimanan pada rautnya yang tenang.
“Selamat datang Uwais Al-Qarni. Hari ini kau menunaikan janjimu.”
Lelaki itu menekan remote di tangannya. Kerusi di hadapan meja kaca itu terbuka.
“Sila duduk..”“Terima kasih.”
Kelihatan lelaki itu mencari sesuatu. Dia menyelongkar laci kaca yang terapung di atas, seperti kabinet kuno zaman 2008 yang diubah suai. Cantik. Gabungan seni lama dan baru.
“Isi maklumat diri dan zaujah. Err, siapa nama dia?”“Nur Safiyyah binti Dr Tariq Ziyad.”“Dr Tariq Ziyad? Macam biasa dengar. Subhanallah, kamu anak seorang pahlawan?”
Safiyyah hanya diam merendah diri.
“Bagus. Kamu menjejaki langkah ayahmu. Memang berdarah pahlawan.”
Uwais menekan-nekan skrin sensitif di hadapannya. Dia mengisi maklumat dirinya dan Safiyyah.
Safiyyah memerhati.
Dan banyak lagi butiran yang diisi suaminya..
Hati Safiyyah berbunga riang. Inikah hadiah dari Uwais kepadanya? Subhanallah.. Ya Allah, aku syukur padaMu. Cita-citaku semakin dekat. Syahid menggoda rohku. Aroma syurga menggamitku.
Misi jihad cinta itu sudah lama diidam-idamkan. Peraduan Misi Jihad yang dimenanginya itu menjadi hadiah yang amat bernilai. Peraduan ini melayakkan pasangan suami isteri sama-sama berjihad di tempat yang akan di hantar oleh ejen. Hanya 20 pasangan yang mendapat tempat dalam masa setahun. Misi ini adalah peluang terbaik untuk mencapai pangkat syahid.
“Sayang, mana kad pintar? Butiran peribadi perlu disahkan.”
Safiyyah lantas mengeluarkan kad pintarnya dari beg tangan elektronik hadiah dari arwah ayahnya.
“Ni bang..”
Butiran peribadi mereka kemudiannya disahkan. Laptop kecil sebesar tapak tangan itu diserahkan kepada lelaki di hadapannya.
Lelaki itu menekan-nekan sesuatu. Kemudian dia tersenyum.
“Kamu berdua dihantar ke Kota Toledo.”
****
“Bang..”
Uwais mendongak. Raut indah milik isterinya direnung. Sinar keimanan yang terlakar menenangkannya.
“Ya?”
Safiyyah diam. Dia menunduk. Air jernih memenuhi kolam matanya.
“Kenapa ni? Safiyyah tak suka ya hadiah ni?”
“Abang.. Apa ni.. Bukankah itu yang kita tunggu-tunggu selama ni?”
“Habis tu.. Kenapa menangis?”
“Safiyyah tak sabar nak pergi sana. Lagi 2 hari kan bang..”“Ya,abang pun tak sabar dah. Semakin dekat bau harum syurga..”“Abang..”“Ya?”“Kita berjumpa lagi tak nanti di syurga?”“Safiyyah sayang…”“Ya bang..”“Safiyyah nanti insyaAllah jadi Ainul Mardhiah abang di syurga. Jangan risau ya..”
“Safiyyah tak risau pasal tu. Safiyyah yakin kalau Safiyyah tak jadi bidadari abang pun, abang akan dapat bidadari yang lagi cantik dan solehah daripada Safiyyah.”
Kata-kata lembut isterinya membuatkan dia tersentuh. Subhanallah.. Aku sayang dia keranaMu ya Allah. Maka temukanlah kami di syurgaMu, jangan Kau pisahkan kami. Cukup hanya dia bidadari solehah yang telah kau sediakan untukku. Moga di dunia dan juga di syurga.
“Safiyyah.. Ingat tak dulu zaman kita sama-sama ditarbiyyah?”
“Ingat bang.. Masakan Safiyyah lupa. Taman yang mengajar Safiyyah erti perjuangan.”
“Dan abang tak sangka Allah pertemukan kita. Ingat tak dulu kita asyik bertengkar untuk capai kata putus dalam mesyuarat? Kelakarnya masa tu. Isteri abang ni petah betul berhujah. Sampai kadang-kadang buat abang geram.”
“Laa.. Abang juga pesan pada kami, kami kena jadi Muslimat Tarbiyyah. Muslimat yang kuat menongkah ujian, tabah menghadapi dugaan, pantas berfikir, berana membantah kebatilan. Kan?”
“Ya sayang. Muslimat masa tu semua kuat belaka. Abang tengok macam kering hati je.”
“Terpaksa la bang. Kalau kami tak jadi macam tu, habis la perjuangan. Asyik-asyik merajuk, menangis. Nanti tak jadi kerja pulak.”
“Ya, abang faham.”
“Abang tengok la buktinya. Dah 3 orang ahli syura muslimat kita yang dah kotakan janji. Dah dapat pangkat syahid. Safiyah yang terlambat bang..”
Safiyyah pilu, janjinya belum dikota lagi. Dia sedang menunggu saat kemanisan itu. Nanti akan dia capai tangan sahabat-sahabatnya di syurga nanti. Sahabat-sahabat, tunggu kedatanganku. Hatinya menyeru.
“Sabar la. Tak lama lagi..”...

~~~bersambung....~~~